Thursday, 4 October 2018

Jenis - Jenis Audit

Ditinjau Dari Luas Pemeriksaan


  •        Pemeriksaan Umum (General Audit)
               Adalah pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang indipendent dengan tujuan dapat menilai sekaligus memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan.
  •        Pemeriksaan Khusus (Special Audit)
        Merupakan suatu pemeriksaan yang hanya terbatas hanya pada permintaan audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Dengan memberikan opini

Ditinjau Dari Bidang Pemeriksaan

  • Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)
     Berkaitan dengan kegiatan mengumpulkan dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan suatu entitas dengan tujuan memberikan pendapat (opini) tentang laporan tersebut apakah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

  • Audit Operasional (Management Audit)
        Adalah jenis pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan. meliputi kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional manajemen yang telah ditetapkan, dengan tujuan untuk mengetahui kegiatan operasi yang dilakukan berjalan  secara efektif dan efisien.

  • .      Audit Ketaatan (Compliance Audit)
      Yaitu jenis pemeriksaan yang tujuanya untuk mengetahui apakah perusahaan telah mentaati peraturan dan kebijakan-kebijakan yang nerlaku baik yang di tetapkan oleh pihak intern maupun pihak ekstern entitas/perusahaan.
        Audit ketaatan berfungsi untuk menentukan sejauh mana perusahaan mentaati peraturan, kebijakan, peraturan pemerintah bahkan hukum yang harus dipatuhi oleh entitas yang di audit.
  • Audit Sistem Informasi
     Yaitu pemeriksaan yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses data akuntansi, umumnya menggunakan system Elektronik Data Processing (EDP). Auditor harus memperhatikan hal-hal berikut :
  1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan computer baik program, komunikasi, atau data dari akses yang tidak sah, modifikasi bahkan penghancuran.
  2. Pengembangan program yang dilakukan atas otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen perusahaan.
  3. Pemrosesan transaksi, file, laporan dan catatan computer dengan akurat dan lengkap.
  4. Data file laporan yang tersimpan di computer sangat dijaga kerahasiaanya.


  • Audit Forensik
     Tujuan dilakukan audit forensic adalah sebagai upaya pencegahan terjadinya kecurangan (fraud). Hal yang dapat dilakukan audit forensik termasuk :
  1. Investigasi kriminal
  2. Indikasi kecurangan dalam bisnis atau karyawan
  3. Mengetahui kerugian suatu bisnis,

  •       Audit Investigasi
    Yang dimaksud audit investigasi adalah serangkaian kegiatan mengenali (recorganized), menidentifikasi (Identify) dan menguji (examine) fakta-fakta dan informasi yang ada guna mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian demi mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (organisasi/perusahaan/negara/daerah).

  •       Audit Lingkungan
    Menurut (Kep. Men. LH 42/1994) audit lingkungan adalah proses manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik, tercatat (terdkumentasi), serta obyekttif tentang bagaimana suatu kinerja manajemen organisasi  yang bertujuan memfasilitasi kendali manajemen terhadap upaya pengendalian dampak lingkungan dan pemanfaatan kebijakan usaha terhadap perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan. 


Ditinjau Dari Klompok Pelaksana Audit (Auditor)

  •       Auditor Internal
     Mempunyai tugas membantu manajemen puncak (top management) dalam mengawasi asset (saveguard of asset) dan mengawasi kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. bekerja untuk perusahaan yang mereka audit, oleh karena itu tugas auditor intern adalah mengaudit manajemen perusahaan termasuk compliance audit.

  •       Auditor Ekstern
        Bekerja untuk lembaga / kantor akuntan publik (pihak ke-3) yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka audit dan bekerja secara independent dan objektif. Umumnya auditor ekstern menghasilkan laporan financial audit.

  •       Auditor Pajak
      Mempunyai tugas melakukan ketaatan wajib pajak yang diaudit menurut undang-undang perpajakan yang berlaku. Di Indonesia dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang berada dibawah naungan Departemen Keuangan Republik Indonesia.

  •        Auditor Pemerintah
        Adalah lembaga yang mempunyai tugas menilai kewajaran informasi laporan keuangan instansi pemerintah atas pelaksanaan program dan penggunaan asset milik pemerintah. Audit instansi pemerintah umumnya dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sunday, 1 July 2018

MAKANAN DAN MINUMAN KHAS BALI


Website yang telah dibuat 
http://bali.azravi.com/


KELOMPOK 5 
MAKANAN KHAS BALI



ALMA ABDIADINI(10115563)
AZIO AZRAVI (11115200)
BAMBANG ERIYANTO (11115264)
  MELATI RIZQI HUTAMI    (14115129)
MOHAMMAD ARDHI NUR I(14115274)
MUHAMAD MACHMUDIN (14115399)



3KA15
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2017/2018



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Indonesia memiliki ragam seni dan budaya yang keberadaannya perlu dikembangkan dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan waktu. Banyak makanan dari daerah luar Indonesia yang masuk dan kemudian dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bali adalah salah satu Propinsi di Indonesia dan yang memiliki potensi pulau yang sudah mendunia dan memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan pariwisatanya.
Bali yang disebut sebagai salah satu pulau terindah di dunia ini terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok, Ibukota Provinsinya ialah Denpasar. Bali yang lebih dikenal dengan nama Pulau Dewata ini mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Hindu. Bali terkenal sebagai tujuan Pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan. Selain kaya akan seni budaya Bali juga kaya akan makanan khasnya dan 2 memiliki daya tarik tersendiri pada keunikan bentuk dan cita rasanya. Masakan khas tersebut tetap eksis bahkan mulai dikembangkan sebagai hidangan di restoran. Cita rasa masakan Bali cenderung gurih dan pedas sehingga banyak diminati oleh masyarakat. Beberapa makanan khas bali yaitu: Blayag raja, Lontong Jukut Serapah Nasi Tepeng, dan masih banyak lagi. Beberapa minuman khas bali yaitu : Es Tambring, Es Bir, Loloh, dan Es Damulan.
Hampir setiap tahun bali mengadakan event untuk masyarakat lebih mengenal kuliner khas Bali, seperti Ubud Food Festival, Bali Vegan Festival, Kedonganan Food Festival.

1.2. Rumusan Masalah 
Dari paparan latar belakang, ada beberapa permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa saja makanan khas Bali?
2. Apa saja minuman khas Bali?
3. Apa saja event khas bali?


1.3. Tujuan
Tujuan pembuatan website kuliner khas bali untuk suatu wadah yang menampung berbagai jenis makanan khas Bali dan mengenalkannya kepada masyarakat.



BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Makanan khas Bali  

1. Blayag Raja





Makanan khas dari Bali yang berasal dari daerah Buleleng ini terbuat dari ketupat yang disiram dengan kuah berbumbu khusus. Rasanya yang gurih dan tidak terlalu manis akan membuat pecinta kuliner susah untuk melupakan kenikmatannya. Meskipun blayag raja khas bali ini sudah jarang ditemui dan mulai kalah dengan persaingan makanan “kekinian”, namun masyarakat sekitar Buleleng sekarang mulai menjajakan makanan ini lagi.
2. Lontong Jukut Serapah






Kuliner ini juga memakai ketupat sebagai bahan utamanya, hanya saja ukurannya lebih besar dan dalam penyajiannya dicampur dengan beragam sayuran yang telah direbus, seperti daun singkong, bayam, dan jantung pisang. Selain itu, tidak lupa untuk menambahkan kuah gurih yang dikenal dengan nama telengis untuk menikmati lontong jukut serapah ini.


3. Nasi Tepeng Khas Bali






Nasi Tepeng merupakan makanan khas Bali yang berasal dari Gianyar, makanan yang dimasak dengan campuran lengkap rempah-rempah dan lada yang membuat terasa pedas di lidah. Nasi Tepeng disajikan dengan tekstur sedikit lembek seperti bubur. Racikan bumbu rempah-rempah ala Bali yang disiram di atas Tepeng menjadi daya pikat utamanya. Kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor, dan kelapa parut.


4. Pie susu




Pie susu adalah sebuah makanan yang berbahan dasar tepung dan telur yang ditambah beberapa bahan lainnya sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.


2.2. Minuman Khas Bali 

1. Es Tambring










Es tambring adalah salah satu minuman khas yang berasal dari pulau dewata Bali. Minuman segar ini dibuat dari air kelapa muda dan asam sehingga memiliki rasa yang begitu segar. Selain itu ada beberapa bahan lain seperti misalnya putih telur ayam kampung, gula pasir, dan air.


2. Es Bir





Es bir mirip dengan es degan atau es kelapa muda. Bedanya es kelapa muda campurannya menggunakan gula pasir, sirup, atau malah gula merah, maka campuran es bir harus menggunakan gula pasir dan juga ditambah dengan perasan jeruk nipis.


3. Loloh 





Loloh merupakan nama sebuah jamu di bali. Loloh ini diolah dari tanaman herbal dan diambil sarinya. Loloh adalah minuman tradisional masyarakat Bali yang cukup alami dan sehat.

4. Es Daluman






 Es daluman adalah salah satu minuman tradisional khas bali yang berupa cincau hijau yang diberi kuah santan dan gula aren sehingga rasanya manis dan sangat segar.

2.3. Event Kuliner di Bali

1. Ubud Food Festival
 





Didirikan pada tahun 2015, Festival Makanan Ubud yang diselenggarakan oleh ABC adalah petualangan kuliner tiga hari dengan makanan Indonesia sebagai bintangnya. Dalam empat tahun ini telah berkembang menjadi acara kuliner terkemuka di Asia Tenggara. Menampilkan aneka masakan Indonesia, produk lokal yang luar biasa, dan pahlawan kuliner yang muncul dan didirikan, UFF merayakan warisan kuliner nusantara yang kaya dan masa depan industri makanan yang menarik.

          2. Bali Vegan Festival




3.    Kedongan Food Festival


Beach Food Euphoria ini nantinya akan menggabungkan keindahan alam Bali yaitu pantai, makanan, budaya yang direpresentasikan dalam tarian dan masih banyak lagi acara seperti, food competition, food bazaar, dengan bermacam-macam stand makanan, dan juga ada berbagai macam entertainment.



STRUKTUR NAVIGASI













Wednesday, 10 January 2018

Implmentation Of Smart System



Berdasarkan 3 Journal yang ada:
             Journal 1 : Automatisasi Smart Home Dengan Raspberry Pi Dan Smartphone Android
•             Journal 2 : Sistem Smart Class Room Berbasis Smart Card dan Bahasa Pemrograman C++
•             Journal 3 : Penerapan Smart System Sebagai Metode Pengukuran Kinerja Perusahaan ( 

STUDI KASUS PADA UKM HENTORO LEATHER ) 
JOURNAL 1

Kesimpulan :

     Sebuah rumah cerdas merupakan kemampuan sistem rumah pintar untuk mengatur, proses, dan menganalisis berbagai sumber informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan penentuan. Sebuah pengambaran yang penting untuk sebuah sistem rumah pintar yang dilakukan dalam tulisan ini yang mengunakan sebuah perangkat mini pc – raspberry pi sebagai otak yang terhubung dengan jaringan yang dapat dikontol menggunakan smart phone berbasiskan system operasi android. Dengan demikian dalam Tulisan ini menawarkan sebuah model yang dapat digunakan dalam membangun sebuah rumah pintar yang ideal sehingga mencapai effesiensi.


Algoritma Pemrograman:
Menggunakan bahasa pemrograman Phyton.



Algoritma Diagram:




Metode :
-Strategic Management Analysis and Reporting Technique (SMART)
-Key Performance Indicator (KPI)
-Studi Pustaka

JOURNAL 2

Kesimpulan:
      Menganalisa dan merancang sebuah sistem pengelolaan sumber daya kelas pada Universitas Bina Nusantara yang terintegrasi dengan sistem Smart Class Room. Metodologi analisa yang dipergunakan dalam percancangan sistem meliputi tiga bagian pokok yaitu metode analisis, perancangan, dan studi pustaka.
Metode analisis meliputi survei atas sistem yang sedang berjalan, analisis terhadap hasil survei, dan identifikasi kebutuhan informasi. Hasil yang dicapai adalah mengoptimalkan waktu persiapan alat didalam ruang kelas dan adanya pengontrolan ruang kelas yang dilakukan oleh pihak akademis. simpulan yang didapat dari penulisan skripsi ini adalah sistem dapat mempercepat waktu untuk melakukan persiapan kelas yang dilakukan dosen, mengurangi terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh kelalaian manusia, dan mempersingkat proses bisnis yang dilakukan seperti pemeriksaan ruang kelas sedang.

Algoritma Diagram:





Metode Penelitian :
- Object Oriented Analysis and Design (OOAD)
- Unified Modelling Language (UML)
- Strategic Management Analysis and Reporting Technique (SMART)

JOURNAL 3

Kesimpulan :

Mengukur kinerja dan menganalisis pencapaian target dari strategi objektif, dan menganalisis skala prioritas perbaikan strategi objektif untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Objektif pengukuran dalam penielitian ini adalah; Peningkatan keuntungan, Peningkatan pendapatan, Peningkatan modal, Peningkatan jumlah kunjungan, Peningkatan jumlah produk barang ter
jual, Peningkatan jumlah pelanggan, Pengembangan inovasi produk, dan lain-lain.
Sebagai prioritas pertama perbaikan dilakukan pada level Departemen dan Pusat Kerja, Prioritas kedua adalah perbaikan dan peningkatan strategi objektif dilakukan pada level Unit Operasional Bisnis, dan Prioritas ketiga adalah perbaikan dan peningkatan strategi objektif dilakukan pada level Unit Bisnis.

Algoritma Diagram:





Metode Penelitian:
-Strategic Management Analysis and Reporting Technique (SMART)
-Identifikasi Strategi Objektif
-Key Performance Indicator (KPI)
-Studi Pustaka
-Studi Penelitian
Perbandingan Metode Dalam 3 Journal
•             Metode Yang Paling Sering DiGunakan: Metode Penelitian yang sering digunakan adalah Studi Pustaka, Studi berdasarkan buku-buku dan referensi yang ada.
•             Metode Yang Paling Baik: OOAD, yaitu metode analisis yang memerikasa requirements dari sudut pandang kelas kelas dan objek yang ditemui dalam ruang lingkup permasalahan yang mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi objek-objek system atau subsistem

Daftar Pustaka:

Fernando, Erick. 2014.Automatisasi Smart Home Dengan Raspberry Pi Dan Smartphone Android. https://www.researchgate.net/profile/Erick_Fernando3/publication/271208492_AUTOMATISASI_SMART_HOME_DENGAN_RASPBERRY_PI_DAN_SMARTPHONE_ANDROID/links/54c207680cf2dd3cb95907b0/AUTOMATISASI-SMART-HOME-DENGAN-RASPBERRY-PI-DAN-SMARTPHONE-ANDROID.pdf. Diunduh pada 4 January 2018.

Tjahjana, Adrian. dkk. 2009. Sistem Smart Class Room Berbasis Smart Card dan Bahasa Pemrograman C++ . http://ict.binus.edu/metamorph/file/research/jurnal-smart-class-room-v0.3.pdf. DiAkses pada 4 January 2018 pukul 13:00 WIB

Pratiwi, Ranti Putri. 2012. Penerapan Smart System Sebagai Metode Pengukuran Kinerja Perusahaan ( STUDI KASUS PADA UKM HENTORO LEATHER ). http://library.gunadarma.ac.id/epaper/detail/13019. Diakses pada 4 January 2018 pukul 13:00 WIB

 Implmentation Of Smart System


Wednesday, 1 November 2017

IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC DALAM APLIKASI SISTEM PAKAR PENYAKIT

IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC DALAM APLIKASI SISTEM PAKAR PENYAKIT

       Sistem cerdas adalah sistem yang menerapkan kecerdasan buatan. Jadi, “kecerdasan” inilah yang diciptakan untuk kemudian dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer. Sistem ini dibuat agar dapat berpikir layaknya manusia.

Video yang saya bahas kali ini mengunakan metode fuzzy system.

       Fuzzy System 
Sistem inferensi fuzzi sering disebut juga fuzzy inference engine yaitu sistem yang dapat melakukan penalaran dengan prinsip serupa seperti kita (manusia) yang menggunakan nalurinya. Ada beberapa jenis FIS (fuzzy inference engine) yang sering kita kenal yaitu mamdami, Sugeno, dan Tsukamoto.


Berikut prosess fuzzy logic






Pertama kita masukan inputan lalu melalui tahap Fuzzy Inference System lalu melewati Defuzzification dan keluar lewat output yang kita inginkan.




Ini contoh representasi fuzzy logic alat pendingin ruangan dimana terdapat 3 pembagian suhu dingin hangat dan panas. Alasan kita menggunakan fuzzy logic karna mudah dipahami dan sangat fleksibel.

Penerapan fuzzy logic pada aplikasi system pakar :
Alur flowchat :
Input himpunan fuzzy

Dalam perancangan system pakar ini menggunakan inputan dari variable yang digunakan dalam penegakan diagnosis penyakit Diabetes Mellitus. Variabel-variabel tersebut yaitu kadar glukosa, darah puasa, kadar glukosa darah 2 jam PP, kadar glukosa plasma puasa, kadar glukosa darah saat tidur, kadar insulin, kadar HbA1c, kadar kolestrol HDL, kadar trigliserida.

·         Menentukan derajat keanggotaan himpunan fuzzy

Setiap variabel system dalam himpunan fuzzy ditentukan derajat keanggotaannya, dimana derajat keanggotaan tersebut menjadi nilai dalam himpunan fuzzy.

·         Menghitung predikat aturan

Proses implikasi dilakukan dengan operasi Min. predikat aturan tersebut diperoleh dengan mengambil nilai minimum dari derajat keanggotaan variabel yang satu dengan variabel yang lain, yang telah dikombinasikan dalam aturan yang telah ditentukan sebelumnya.

·         Defuzifikasi

Pada tahap defuzifikasi ini dilakukan penghitungan rata-rata (Weight Average/WA) dari seetiap predikat pada setiap variabel dengan menggunakan persamaan.

·         Hasil keputusan

Pada bagian ini merupakan hasil keputusan dari rangkaian proses dalam penegakan diagnosis penyakit Diabetes Mellitus(DM).

Perancangan Inferensi Fuzzy

·         Sebagai langkah awal dari perancangan mesin inferensi fuzzy adalah menentukan himpunan fuzzy dari tiap-tiap variabel fuzzy.
·         Adapun variabel fuzzy disini yang digunakan adalah hasil pemeriksaan laboratorium yang nantinya difungsikan sebagai inputan dari mesin inferensi fuzzy.
·         Tabel berikut ini memaparkan batasan variabel dan himpunan fuzzy sebagai inputan di mesin inferensi fuzzy.

 














Basis Pengetahuan

·         Basis pengetahuan dalam perancangan system ini sangatlah diperlukan yang berisi aturan yang berguna dalam penentuan keputusan sebagai hasil output system.
·         Perancangan aturan-aturan ini merupakan langkah setelah pembentukan himpunan fuzzy.
·         Dari aturan yang telah disusun nantinya dapat digunakan keputusan dalam diagnosis penyakit Diabetes Mellitus(DM).



Sumber yang saya ambil dari 


Saturday, 28 October 2017

SMART SYSTEM MUJIGAE RESTAURANT


              Dalam menghadapi persaingan bisnis pihak perusahaan harus mencari strategi agar dapat menarik minat konsumen;

[1]. Dalam industri jasa terutama jasa makanan dan minuman, kepuasan pelanggan menjadi          parameter keberhasilan
[2]. Usaha yang bergerak dibidang food and beverage ada baiknya ditunjang dengan pelayanan atau service yang maksimal agar tamu merasa kerasan, senang dan nyaman
[3]. Para karyawan/staf di bagian Food and Baverage Service diharuskan selalu ramah, sopan dan profesional dalam melayani tamu 
[4]. Memesan makanan menggunakan telepon adalah cara yang umum diadopsi oleh sebagian besar restoran untuk menangani delivery order. Proses pemesanan makanan pada suatu restoran merupakan salah satu hal yang penting dalam bisnis restoran
[5]. Restoran yang baik harus memiliki faktor pelayanan yang baik serta penyajian makanan yang cepat dan benar yang diinginkan oleh pelanggan. Pada saat situasi dimana keadaan restoran ramai akan pelanggan, para pelayan dituntut bekerja dengan cepat melayani pemesanan pelanggan dan mengantarkan pesanan. Dengan dituntut bekerja cepat para pelayan terkadang hilang konsentrasi.

              Seperti yang saya akan bahas kali ini mengenai Restoran Mujigae, restoran Mujigae memiliki konsep berbasis mobile untuk pemesanannya.

            Perancangan dari sistem pemesanan makanan dan minuman berbasis mobile ini dimulai dari perancangan arsitektur dari sistem. Model arsitektur mendeskripsikan rancangan dari perangkat lunak disisi web server dan komputer client. Web server menggunakan apache, script PHP dan database MySQL. Arsitektur pengembangan sistem pelayanan makanan dan minuman berbasis mobile.






Berikut ini adalah use case diagram sistem pelayanan makanan dan minuman berbasis mobile :






              Jadi pemesanan di mujigae bisa kita lakukan di meja tanpa harus memanggil pelayan, caranya gampang sekali dan lebih praktis. Caranya kalian cukup pilih apa yang mau kalian pesan, berapa banyak pesanannya, lalu kalian klik order. Nanti orderan kalian akan masuk di Sistem mujigae lalu akan di Proses. Kalian juga bisa request video dan lagu K-POP kesukaan kalian di Mujigae tinggal dipilih aja dari iPadnya, canggih kan…

Berikut link video youtube kelompok kami yang memperlihatkan Sistem Cerdas di Mujigae:


JANGAN LUPA DILIKE DAN SUBSCRIBE




Sumber :
Inayah, dkk., 2014, Aplikasi Pemesanan Menu Makanan Di Rumah Makan Berbasis Web Service Menggunakan Mobile Android, 
http://www.jurnal.stmikpontianak.ac.id 

Saturday, 1 July 2017

PROSES DAN FUNGSI

           MANAJEMEN HUBUNGAN BISNIS


        A.      PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP

Buku ini menjelaskan bagaimana manajemen tingkat layanan (SLM) menyediakan platform untuk mengelola hubungan relatif terhadap masalah taktis tingkat operasional dan yang lebih rendah. Bab ini menjelaskan bagaimana manajemen hubungan bisnis (BRM) digunakan untuk menyelaraskan aktivitas penyedia layanan dengan kebutuhan pelanggannya dengan mengembangkan, memperkuat dan memelihara hubungan untuk masalah taktis strategis dan tingkat yang lebih tinggi, dan bagaimana BRM berhubungan dengan proses ITIL lainnya.

           B.      MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan utama BRM adalah membangun dan memelihara hubungan yang efektif dan produktif antara pelanggan dan penyedia layanan, yang didasarkan pada pemahaman pelanggan dan kebutuhan bisnisnya. Ini berarti lebih dari sekedar bereaksi terhadap kebutuhan pelanggan baru. Ini lebih mendalam dari ini. Ini tentang memahami pelanggan, strategi dan penggerak bisnisnya cukup untuk dapat mengantisipasi dan mempengaruhi persyaratan pelanggan saat keadaan berubah.

         C.      PRINSIP-PRINSIP UMUM

  • ·         Dasar BRM

Penyebaran BRM didasarkan pada argumen bahwa penyedia layanan dan pelanggan akan memperoleh keuntungan dari suatu hubungan yang berusaha menyelaraskan aktivitas penyedia layanan dengan kebutuhan bisnis yang berkembang dari pelanggan dan meningkatkan pemahaman pelanggan terhadap penawaran dan nilai penyedia layanan. Untuk bisnis pelanggan. Ini bertentangan dengan pandangan bahwa hubungan pemasok-pelanggan pada dasarnya bersifat permusuhan. BRM membutuhkan komitmen, sehingga kedua belah pihak harus menilai nilai BRM sebelum menerapkan sumber daya untuk itu.

  • ·         Kepuasan pelanggan

Kepuasan pelanggan adalah perhatian utama BRM karena sangat banyak proses SM lainnya. Namun, kepuasan pelanggan terhadap BRM kurang memberi layanan kepada target yang disepakati untuk garansi dan utilitas daripada memastikan pelanggan menerima layanan yang mendukung tujuan bisnisnya.

  • ·         Manajemen hubungan bisnis dan manajemen tingkat layanan

Perbedaan fokus antara BRM dan proses lainnya diilustrasikan oleh perbedaan antara BRM dan service level management (SLM). Kedua proses tersebut berkaitan dengan hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan dengan memastikan bahwa pelanggan senang dengan apa yang disampaikan. Fokus SLM adalah dalam menempa kesepakatan dengan pelanggan pada tingkat layanan yang akan diberikan untuk layanan tertentu dan, dengan memastikan tingkat layanan ini terpenuhi, pada pencapaian tingkat kepuasan pelanggan yang dapat diterima.

  • ·         Portofolio pelanggan

Agar efektif, BRM harus selalu memberikan informasi terkini kepada pelanggannya. Perlu dipahami siapa pelanggan sebenarnya, terutama di organisasi pelanggan yang lebih besar dimana pelanggan dan pengambil keputusan sebenarnya tidak sama dengan pengguna layanan utama. Untuk memahami nilai layanan kepada organisasi pelanggan dan dampak perubahan layanan, penyedia layanan memerlukan informasi yang solid mengenai pengguna jasa dan bagaimana bisnis pelanggan bergantung pada layanan yang mereka terima. Penyedia membutuhkan informasi untuk menilai nilai pelanggan tertentu terhadap bisnisnya sendiri berdasarkan aliran pendapatan dan pendapatan yang lalu dan yang diperkirakan sebelumnya.

  • ·         Portofolio perjanjian pelanggan

Bagian dari informasi yang dibutuhkan pada pelanggan menyangkut kesepakatan antara penyedia layanan dan pelanggan. Ini adalah sumber utama informasi yang dibutuhkan oleh BRM dan dapat dianggap logis sebagai komponen portofolio pelanggan.

          D.      KEGIATAN UTAMA

Kegiatan utama BRM berkaitan dengan:

• Memahami pelanggan dan tujuan bisnisnya dan bagaimana ini diterjemahkan ke dalam persyaratan layanan;
•Membantu pelanggan merumuskan persyaratan untuk layanan baru dan mengembangkan kasus bisnis pelanggan untuk investasi di dalamnya;
• Mengidentifikasi perubahan yang dapat mempengaruhi penggunaan atau persyaratan layanan pelanggan;
• Mengidentifikasi perkembangan teknologi dan hal-hal terkait yang dapat memberikan peluang untuk layanan yang lebih baik atau biaya yang lebih rendah bagi pelanggan;

      E.       HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

Pentingnya BRM dari portofolio pelanggan dan portofolio kesepakatan pelanggan telah dibahas sebelumnya di bab ini. Selain itu, BRM memanfaatkan hal berikut ini:

• Portofolio layanan TI (lihat Bab 10): Ini digunakan oleh BRM untuk mencatat informasi tentang peluang baru bagi pelanggan BRM, sebagai sumber informasi untuk membantu BRM mengevaluasi layanan baru atau perubahan dan untuk melacak kemajuan dan status perkembangan layanan untuk pelanggan.

• Portofolio proyek: Ini menyediakan informasi secara lebih rinci mengenai status proyek yang direncanakan atau sedang berjalan sehubungan dengan layanan baru atau yang telah diubah untuk pelanggan.

• Portofolio aplikasi: Ini menyediakan informasi tentang aplikasi TI yang ada, fungsi yang mereka berikan, orang-orang yang mengembangkannya dan orang-orang yang mendukung dan mengelolanya.

    Ø  Pengelolaan portofolio layanan

     BRM akan bekerja sama dengan manajemen portofolio layanan, dengan menggunakan informasi yang terdapat dalam portofolio layanan untuk mengidentifikasi cara terbaik untuk memanfaatkan penawaran layanan yang ada atau memanfaatkan perkembangan dalam jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan

    Ø  Manajemen perubahan, perencanaan dan dukungan transisi, manajemen pengetahuan, dan manajemen rilis dan penerapan

    BRM akan memastikan bahwa permintaan perubahan diajukan atas nama pelanggan dan bahwa kepentingan pelanggan sepenuhnya terwakili dalam proses manajemen perubahan. BRM juga akan terlibat dalam memastikan pelanggan berada pada keadaan yang cukup untuk menerima layanan baru tersebut, tidak hanya dalam hal menyetujui dan memvalidasi rencana dan kriteria uji coba pengguna dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan tes, namun juga dalam hal Membuat perubahan yang diperlukan pada proses dan prosedur melalui manajemen perubahan bisnis.
    Ø  Perbaikan layanan terus-menerus

       Pengukuran kepuasan pelanggan adalah aktivitas utama BRM sepanjang siklus hidup. Pengukuran kepuasan pelanggan, manajemen tingkat layanan.

       F.       METRICS

Kinerja BRM diukur dalam kaitannya dengan aktivitas utamanya dan indikator kinerja utama mencerminkan hal ini:
• Tujuan bisnis pelanggan terdokumentasi dan hasil bisnis yang diinginkan sesuai dengan pelanggan dan sesuai untuk dimasukkan ke dalam portofolio layanan.
• Persyaratan lengkap dan ditandatangani untuk layanan baru dan kasus bisnis pelanggan untuk penggunaannya.
• Bukti terdokumentasi tentang identifikasi perubahan yang mungkin berdampak pada layanan yang disampaikan dan respon penyedia layanan terhadapnya.
• Kesempatan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi baru dan inovasi lainnya diidentifikasi, dinilai bekerja sama dengan pelanggan, didokumentasikan dan dicatat dalam portofolio layanan.
• Bukti terdokumentasi yang menyampaikan layanan secara efektif dan efisien memenuhi kebutuhan pelanggan.
• Bukti terdokumentasi bahwa peningkatan layanan berkelanjutan dicapai sebagai tanggapan terhadap dan melalui analisis laporan layanan, keluhan, komentar dan umpan balik lainnya.

       G.     PERAN


       Peran kunci dalam BRM, yang mungkin atau mungkin tidak ditugaskan kepada satu orang, adalah pemilik proses hubungan bisnis dan manajer proses hubungan bisnis. Yang pertama ini bertanggung jawab atas kinerja proses BRM yang tepat sehubungan dengan tujuan dan kebijakan dan standar yang disepakati untuk operasinya. Yang kedua dari kedua peran tersebut berkaitan dengan pengelolaan operasional proses BRM.



MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK LAYANAN TI


A.  PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP

      Tidak ada bisnis yang bisa bertahan lama, apalagi berkembang, jika gagal mengelola uangnya secara efektif. Seperti bisnis lainnya, penyedia layanan TI, apakah dijalankan sebagai bisnis komersial atau tidak, memerlukan pengelolaan keuangan yang baik. Ini harus memastikan bahwa ia memiliki jumlah uang yang tepat untuk menjalankan rencananya, untuk memastikan bahwa ia mengerti bagaimana uangnya digunakan, untuk menentukan apakah uang tersebut telah digunakan secara efektif atau apakah investasi baru yang diusulkan itu masuk akal. Perlu dipahami berapa biaya layanan individual yang akan diberikan dan bagaimana biaya ini harus dibagi di antara pengguna jasa, sehingga antara lain dapat menilai dampak perubahan permintaan dan retribusi untuk penggunaan layanan jika sesuai.

B.   MAKSUD DAN TUJUAN

      Tujuan pengelolaan keuangan untuk layanan TI adalah untuk memastikan bahwa penggunaan optimal dibuat dari sumber keuangan organisasi dan ini dicapai sesuai dengan kerangka peraturan di mana penyedia layanan TI beroperasi.
      Tujuan pengelolaan keuangan adalah untuk memastikan bahwa:

• Uang dikelola dan dihabiskan dengan bijak;
• sumber keuangan yang tersedia sepenuhnya sesuai dengan rencana dan persyaratan organisasi untuk penyediaan layanan TI;
• Keputusan investasi sesuai dan sesuai dengan tujuan organisasi;
• Risiko keuangan diidentifikasi dan dikelola secara efektif;
• Pengaturan tata kelola dilakukan untuk memastikan pengelolaan sumber keuangan yang efektif dan untuk menentukan akuntabilitas yang jelas;
• organisasi mematuhi semua kewajiban peraturan keuangan yang relevan dan keseluruhan kebijakan dan strategi keuangan bisnis.

     Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa:

• Ada sistem yang efektif untuk perencanaan dan penganggaran keuangan;
• rencana keuangan dan alokasi anggaran disesuaikan dengan portofolio layanan;
• semua investasi yang diajukan memiliki kasus bisnis yang memenuhi standar organisasi;
• semua risiko keuangan yang signifikan diidentifikasi dan dikelola sepenuhnya;
• Ada kerangka tata kelola yang tepat yang sesuai dengan akuntabilitas yang jelas dan semua pihak yang perlu dilatih dengan benar sehubungan dengannya;
• Semua pengeluaran keuangan diperhitungkan dengan benar dan ada proses audit untuk memastikan pengelolaan sumber keuangan yang tepat;
• biaya dan nilai semua layanan, proses dan aktivitas TI dipantau, diukur dan dipahami serta tindakan yang tepat dilakukan atas dasar kinerja keuangan mereka.

C.   AKTIVITAS DAN KONSEP

  • Penganggaran

           Penting untuk merencanakan ke depan untuk memastikan bahwa rencana bisnis sesuai dengan uang yang tersedia. Produk perencanaan ini adalah rencana keuangan atau anggaran yang mencakup
Pengeluaran dan pendapatan yang diharapkan untuk jangka waktu tertentu, biasanya merupakan tahun (keuangan). Pengeluaran dan pendapatan akan dibagi ke dalam kategori untuk memudahkan keuangan
  • Perencanaan, manajemen dan pengendalian.

         Anggaran harus mencerminkan layanan yang akan disampaikan, proyek baru, investasi dan rencana perubahan lainnya. Ini bukan artikulasi dari apa yang diharapkan bisnis untuk melakukannya adalah tentang apa yang dapat dicapai secara realistis. Meski begitu, anggaran adalah rencana dan rencana tidak selalu berhasil. Anggaran harus menjadi prediksi terbaik yang dapat dibuat oleh sebuah organisasi, namun harus mencakup beberapa kontinjensi yang tak terduga.
Anggaran harus menunjukkan bagaimana pengeluaran dan pendapatan cenderung berubah selama periode anggaran (misalnya biaya tenaga kerja dan transportasi yang lebih tinggi pada waktu yang sibuk musim).
  • Akuntansi

        Proses dalam akuntansi TI memungkinkan penyedia layanan TI memperhitungkan pengeluaran dan pendapatan, memberikan rincian tentang bagaimana biaya dan pendapatan dibagi antara pelanggan, layanan dan aktivitas. Analisis ini membantu menentukan efektivitas biaya layanan untuk membuat keputusan yang tepat mengenai hal tersebut. Informasi yang dikumpulkan melalui proses akuntansi menyediakan pemantauan anggaran dengan data pengeluaran dan pendapatan, yang akan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian keuangan dan untuk menentukan apakah tindakan diperlukan untuk memperbaiki variasi yang signifikan dari anggaran.
  • Pengisian

         Keputusan apakah akan menagih adalah keputusan strategis yang harus diambil dengan hati-hati. Pengisian tidak hanya meningkatkan biaya operasional penyedia layanan TI, namun juga meningkatkan akuntabilitas, keterpaparan dan transparansi. Pelanggan dapat membandingkan apa yang mereka dapatkan dari TI dengan apa yang harus mereka bayar, d
  • Kasus bisnis

        Semua organisasi perlu melakukan investasi dengan bijak dan peran penting manajemen keuangan adalah mengevaluasi usulan investasi untuk menentukan apakah produk tersebut bermanfaat. Manajemen keuangan yang baik akan mewajibkan semua proposal investasi untuk memasukkan kasus yang jelas untuk melakukan investasi. Kasus ini biasanya mengambil bentuk kasus bisnis.

D.   HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

      Manajemen keuangan untuk layanan TI sangat penting bagi manajemen layanan TI, dan memiliki hubungan dengan banyak disiplin manajemen layanan lainnya. Interaksi kunci adalah dengan manajemen tingkat layanan, manajemen portofolio layanan, kapasitas pengelolaan dan pengelolaan aset dan manajemen konfigurasi.

  • Manajemen tingkat layanan

Manajemen tingkat layanan (SLM) perlu bekerja sama dengan manajemen keuangan
Sehubungan dengan biaya tingkat layanan yang diusulkan yang dipersyaratkan untuk memenuhi
Kebutuhan bisnis organisasi saat ini dan yang direncanakan. 
  • Pengelolaan portofolio layanan

Manajemen keuangan berkaitan dengan pengembangan kasus bisnis, penilaian peluang investasi, evaluasi opsi layanan yang berbeda, evaluasi risiko keuangan dan penentuan nilai layanan. Semua ini adalah pusat
Untuk keputusan tentang apa yang harus disertakan dalam portofolio layanan atau dihapus dari itu. Manajemen keuangan dapat memberikan kontribusi pada keputusan tentang bagaimana cara terbaik untuk menyediakan layanan yang diberikan, apakah ini harus melalui penyedia layanan TI in-house atau penyedia pihak ketiga. Manajemen keuangan juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa dana tersedia untuk mendukung penyampaian portofolio layanan dan untuk memastikan alokasi anggaran sesuai dengannya.
  • Manajemen kapasitas

Ketersediaan dan manajemen kapasitas berkaitan dengan biaya-efektif
Penyampaian layanan, dan pengelolaan keuangan dapat membantu dengan menyediakan informasi biaya untuk memungkinkan penilaian dampak finansial tingkat kapasitas dan ketersediaan yang diinginkan. Proposal untuk berinvestasi dalam kapasitas baru atau dalam peningkatan ketahanan dapat dinilai oleh manajemen keuangan sebelum tindakan diambil untuk membeli. Bila pengisian sudah dilakukan, manajemen kapasitas akan dapat memberikan informasi tentang penggunaan sumber daya yang akan membantu manajemen keuangan menentukan biaya.
  • Layanan aset dan manajemen konfigurasi

Manajemen aset dan konfigurasi layanan mengelola dan mengelola database manajemen konfigurasi (CMDB), yang menyimpan informasi keuangan dan informasi lainnya mengenai aset yang dibutuhkan oleh manajemen keuangan untuk berbagai kegunaan. Misalnya, dari CMDB, dimungkinkan untuk mengidentifikasi semua komponen yang dibutuhkan untuk memberikan layanan tertentu dan informasi ini digunakan oleh manajemen keuangan untuk menentukan keseluruhan biaya layanan. CMDB juga menyimpan informasi mengenai aset, seperti tanggal penggantian peralatan dan tanggal terminasi / perpanjangan lisensi, yang dapat digunakan dalam pengembangan anggaran dan perencanaan keuangan jangka panjang.
  • Manajemen hubungan bisnis

BRM membantu manajemen keuangan untuk layanan TI untuk memahami bagaimana pelanggan menilai nilai yang mereka dapatkan dari layanan TI dan apa yang mereka siap bayar untuk mereka. BRM membantu pelanggan memahami kebijakan keuangan, biaya, risiko dan masalah lainnya dari penyedia layanan TI, dan menjelaskan bagaimana biaya penyedia layanan diterjemahkan ke dalam tagihan pelanggan. Secara kritis, BRM dapat membantu pelanggan memahami implikasi finansial dari keputusan perencanaan jangka panjang.



MANAJEMEN PERMINTAAN

A.    PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP
Manajemen permintaan yang efektif menghindari pembelanjaan yang tidak perlu untuk kapasitas dan
penurunan tingkat pelayanan akibat fluktuasi beban kerja atau permintaan.

Proses manajemen permintaan diperlukan karena dua alasan utama:

• Tingkat kedatangan pekerjaan, seperti transaksi yang dikirim ke server, pekerjaan cetak dikirim ke printer atau panggilan ke meja layanan, tidak stabil. Dengan kata lain, ada puncak dan palung selama jam dan hari, serta kenaikan musiman atau penurunan permintaan. Ada jarang fleksibilitas yang cukup dalam sumber daya TI untuk menyediakan kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan pada setiap titik waktu.
• Fluktuasi permintaan dan tantangan untuk menyediakan kapasitas yang tepat adalah sumber risiko yang harus diminimalkan oleh penyedia layanan. Keputusan tentang seberapa besar risiko dapat diterima diambil oleh bisnis, yang mungkin menerima tingkat kapasitas cadangan (dan karena itu biaya tambahan) untuk mengurangi risikonya.
Dalam istilah ITIL, 'permintaan' mengacu pada sumber pekerjaan, seperti penyampaian oleh bisnis / pelanggan dari pekerjaan batch atau pencarian web. Ini juga mengacu pada
Aktivitas yang kemudian dihasilkan pada sumber daya TI, seperti lalu lintas jaringan dan baca / tulis panggilan ke perangkat penyimpanan.

B.    MAKSUD DAN TUJUAN

       Tujuan manajemen permintaan adalah mengoptimalkan penggunaan kapasitas dengan memindahkan beban kerja ke waktu dan sumber daya yang kurang dimanfaatkan. Dengan demikian, penggunaan yang lebih efisien dibuat dari sumber daya karena pemanfaatannya dapat disamakan dari waktu ke waktu alih-alih harus memenuhi puncak atau palung beban.

C.    MEMAHAMI PERMINTAAN PERMINTAAN

        Karena pekerjaan yang menciptakan permintaan berasal dari bisnis, ITIL merekomendasikan bahwa untuk memahami bagaimana permintaan berfluktuasi, kita mengidentifikasi pola aktivitas bisnis. Jelas ada hubungan antara aktivitas bisnis dan konsumsi sumber daya TI. Tantangan kami adalah memahami hubungan itu dengan cukup baik sehingga ketika bisnis membagikan rencana dan prakiraannya kepada kami, kami dapat memprediksi dampaknya terhadap sumber daya kami. Hal ini pada gilirannya akan memberi tahu kami sumber daya mana yang perlu diganti atau ditingkatkan versinya dan kapan, 
.
D.    MENGHADAPI MENGURANGI PERMINTAAN PEAK

        Asalkan bisnis setuju, TI dapat melihat untuk mempengaruhi permintaan untuk mengurangi beban kerja puncak dan melindungi tingkat layanan tanpa mengeluarkan uang untuk kapasitas yang seharusnya tidak digunakan sepanjang waktu. TI harus menyediakan kapasitas untuk 165 unit pekerjaan pada bulan Juli dan 172 di bulan Agustus Namun, tanpa puncak dua bulan ini, kapasitas untuk menangani hanya 130 unit pekerjaan yang diperlukan. Oleh karena itu, jika TI dapat memperlancar permintaan puncak ini dan menyebarkan beban kerja pada bulan Juli dan Agustus di bulan-bulan lainnya, 

E.    POLA KEGIATAN USAHA

       Pola aktivitas bisnis (PBAs) seringkali dapat dikaitkan dengan sejumlah kecil profil pengguna yang didefinisikan. Dengan cara ini kita bisa menghubungkan individu baru, 

F.    PROFIL PENGGUNA

       Profil pengguna harus didasarkan pada peran dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi. Dengan cara ini, setiap profil pengguna dapat ditugaskan ke satu atau lebih PBA,  Anda akan melihat bahwa aplikasi dan proses juga dapat diprofilkan dengan cara yang sama seperti pengguna. Pendekatan ini memungkinkan pola dan profil dicocokkan untuk memahami dan mengelola permintaan pelanggan dengan lebih mudah dan akurat.

G.   MANFAAT MANAJEMEN PERMINTAAN

      Begitu proses manajemen permintaan memahami fluktuasi permintaan dan kontrol yang diterapkan untuk membatasi permintaan puncak, manajemen kapasitas menjadi lebih efektif dalam merencanakan kapasitas, mengurangi pengeluaran dan perolehan yang tidak perlu sumber daya lebih hemat biaya Akibatnya, tingkat pelayanan membaik dan keuntungan bisnis meningkatkan kepercayaan pada kemampuan TI untuk memenuhi masa kini dan persyaratan masa depan.

H.    HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA
  • Manajemen kapasitas

         Manajemen permintaan merupakan penyumbang utama manajemen kapasitas karena membantu memahami sifat permintaan sumber daya dan dapat mengurangi kebutuhan kapasitas dengan meratakan puncak permintaan. anajemen portofolio layanan, manajemen katalog servis
Pola pengkodean permintaan bisnis dan profil pengguna dapat berkontribusi
Portofolio layanan dan manajemen katalog layanan dengan membantu menyelaraskan layanan dengan kebutuhan dan persyaratan bisnis tertentu.
  •  Manajemen keuangan

          Manajemen keuangan dapat berkontribusi terhadap permintaan manajemen dengan membantu peningkatan dan diskon finansial untuk mempengaruhi dan memperlancar permintaan di puncak dan palung.

I.    METRICS

Tidak ada metrik standar yang terkait dengan proses ini, namun kami menawarkan beberapa saran berikut:
• Puncak: rasio beban rata-rata (harus dikurangi dari waktu ke waktu dengan manajemen permintaan yang efektif).
• Persentase pengguna yang telah diprofilkan.
• Untuk jangka waktu tertentu (misalnya satu tahun) jumlah pembelanjaan dihindari
pengelolaan permintaan.
• Persentase layanan dalam katalog layanan yang telah divalidasi terhadap profil pengguna dan PBA.

J.    PERAN

       Hanya operasi TI yang besar yang cenderung memiliki manajer permintaan. Hal ini lebih mungkin bahwa aktivitas pengelolaan permintaan akan dilakukan oleh kapasitas
manajer